Check-Host.cc

TCP Test from Singapore

1 node in Singapore · Equinix Singapore

Singapore — 1 Node

Cities
Singapore
ISPs / ASNs
FDCservers AS30058
Datacenters
FDCservers
Internet Exchanges
Equinix Singapore — Kampus carrier-neutral (SG1–SG5) dan hub interkoneksi utama untuk Asia Tenggara
SGIX — Singapore Internet Exchange, fabric yang dijalankan komunitas di kampus Equinix
DE-CIX Singapore — Fabric peering netral DE-CIX di Singapura, terhubung ke platform global DE-CIX
MyIX Singapore — IX Malaysia dengan kehadiran Singapura, menjembatani peering carrier MY dan SG

Pengujian Port TCP dari Singapura

Pemeriksaan TCP dari Singapura mencoba handshake tiga arah penuh ke host dan port yang ditentukan, melaporkan waktu koneksi dan keberhasilan atau kegagalan. Tidak seperti ping ICMP, probe TCP mengikuti aturan firewall dan kebijakan routing yang sama yang digunakan lalu lintas aplikasi nyata. Ini menjadikan pemeriksaan TCP alat yang tepat untuk mengkonfirmasi apakah port dapat dijangkau dari jaringan berbasis Singapura — berguna untuk layanan yang menargetkan pengguna Asia Tenggara.

Jaringan carrier Singapura umumnya tidak menerapkan pemfilteran port outbound di luar pemblokiran SMTP residensial standar pada port 25. Node FDCservers adalah jaringan hosting, bukan ISP residensial, sehingga port 25 dan port yang sering dibatasi lainnya seharusnya dapat dijangkau dalam arah outbound. Jika pemeriksaan TCP dari Singapura gagal ke port yang terbuka dari wilayah lain, penyebab yang paling mungkin adalah pemblokiran geo oleh target, aturan firewall yang memblokir ASN FDCservers (AS30058), atau routing asimetris yang menjatuhkan paket return.

Pengujian TCP dari Singapura sangat berguna bagi operator yang menjalankan layanan di Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang ingin memverifikasi keterjangkauan di seluruh wilayah dari satu node yang terhubung dengan baik. Karena Singapura melakukan peering dengan hampir setiap carrier Asia Tenggara besar, hasil TCP yang bersih dari node ini adalah indikator kuat bahwa port dapat dijangkau dari basis pengguna ASEAN yang lebih luas — meskipun jalur carrier spesifik setiap negara masih harus diverifikasi secara independen di mana ketelitian penting.

Infrastruktur Jaringan Singapura

Singapura adalah hub internet utama untuk Asia Tenggara. Hampir setiap sistem kabel bawah laut yang melayani wilayah ini mendarat langsung di Singapura atau mentransit melaluinya. SEA-ME-WE 3, SEA-ME-WE 4, SEA-ME-WE 5, APG, AAG, dan SEAX-1 termasuk sistem dengan stasiun pendaratan kabel di pulau ini. Konsentrasi infrastruktur kabel ini, dikombinasikan dengan netralitas politik dan supremasi hukum yang kuat, telah menjadikan Singapura titik interkoneksi de facto untuk lalu lintas yang mengalir antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Kampus Equinix SG1–SG5 di Singapura berfungsi sebagai carrier hotel utama dan hub IX. Equinix Singapura meng-host fabric peering SGIX bersamaan dengan fabric Equinix Internet Exchange sendiri. DE-CIX juga mengoperasikan exchange netral di sini, memberi jaringan opsi peering independen ketiga. Kepadatan jaringan yang ditempatkan bersama di kampus ini berarti sebagian besar lalu lintas intra-regional — antara Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina — melewati Equinix tanpa perlu keluar dari gedung.

Node probe kami di Singapura berjalan di AS30058 (FDCservers). FDCservers adalah penyedia colocation dan hosting berbasis AS dengan point of presence Singapura. Node berada di dalam pasar Singapura yang terhubung ke transit dan peering lokal, yang berarti hasil pengujian mencerminkan kondisi jaringan hosting yang realistis daripada node edge penyedia cloud global. RTT Singapura-ke-Hong Kong tipikal sekitar 30 ms; Singapura-ke-Tokyo sekitar 65–70 ms; Singapura-ke-Sydney sekitar 85 ms; Singapura-ke-Frankfurt sekitar 170 ms.

Infrastruktur jaringan domestik di Singapura sangat maju untuk negara kota seukurannya. Singtel (AS7473), StarHub (AS4657), dan M1 (AS9534) adalah tiga carrier lokal utama. Masing-masing mempertahankan peering langsung di kampus Equinix dan menyediakan layanan transit ke ISP dan penyedia hosting yang lebih kecil. Karena Singapura secara geografis kompak, latensi antara dua titik mana pun di pulau ini dapat diabaikan — variasi antar-carrier didorong oleh kebijakan peering daripada jarak fisik.

Posisi Singapura penting untuk pengujian yang diarahkan ke pengguna Asia Tenggara. Server dengan waktu respons sub-20 ms dari node Singapura ditempatkan dengan baik untuk pasar ASEAN. Pengujian dari Singapura ke target di Indonesia (Jakarta ~15 ms), Malaysia (Kuala Lumpur ~15 ms), dan Thailand (Bangkok ~35 ms) memberikan ukuran praktis tentang kinerja pengiriman konten regional. Jika Anda melayani pengguna di seluruh wilayah, Singapura adalah titik pandang pengujian tunggal yang paling representatif yang tersedia.